Jumat, 19 Desember 2008

SENDIRI DAN BERHARAP

Aku merasa sudah tiba saatnya aku punya pacar. Aku tahu, kamu ada di suatu tempat di luar sana. Aku akan selalu menunggumu, karena aku yakin kita akan bertemu. Dan kalau kita sudah bertemu, kuharap kamu akan mencintaiku apa adanya.

Ketahuilah...aku akan selalu bersikap kuat dan penuh kendali, tapi di dalam, aku sebenarnya tidak tahu harus berbuat apa dan bingung. Aku membutuhkanmu, seseorang yang bisa membantu dan mengerti aku.

Beritahu aku jika ada perbuatanku yang mengganggumu, atau jika ada sesuatu yang terasa tidak pas. Aku ingin kamu selalu bersikap jujur padaku. Jika aku mengalami hari yang tidak menyenangkan, kuharap kamu akan menghujaniku dengan keyakinan dan senyumanmu.

Kuharap kamu tidak menganggap aku terlalu banyak meminta. Aku hanya ingin bahagia saat membuatmu bahagia. Aku akan berusaha sebaik mungkin untuk bersikap baik dan sangat mencintaimu karena dirimu seutuhnya, tanpa berharap terlalu banyak darimu.

Saduran from Oki’s property...thx bgt...kata”x mirip seperti apa yang aku rasakan saat ini




Oreo Bermelamin

Deskripsi Kasus :

Belakangan ini beredar kabar yang tidak mengenakkan bagi para consument maupun customer produk oreo. Produk tersebut telah diberitakan di berbagai media baik cetak maupun eletronik bahwa tidak layak dikonsumsi karena mengandung zat berbahaya bagi tubuh yaitu melamin. Kasus ini berawal dari adanya hasil penelitian BPOM bahwa produk buatan Cina mengandung melamin, termasuk oreo. Jenis oreo yang berbahaya ini adalah pada varian Oreo Wafer Stick dan Oreo Cokelat Sandwich Cookies. Blow up besar-besaran oleh media mengakibatkan masyarakat tidak percaya lagi pada produk oreo bahkan tidak mengkonsumsinya lagi. Hal ini diperparah oleh pemberitaan di media yang yang tidak mengkroscek kebenaran hasil penelitian BPOM. Media dengan seenaknya memberitakan bahwa semua produk oreo yang beredar di masyarakat adalah berbahaya dan tidak layak dikonsumsi serta harus dihindari, padahal kenyatannya tidak demikian. Produk oreo yang mengandung melamin hanyalah produk buatan negara Cina (dengan kode MLbuatan luar negeri), sedangkan produk buatan Indonesia (dengan kode MDbuatan dalam negeri) tidak berbahaya. Pemberitaan media yang terkesan asal-asalan ini tentu saja merugikan produsen oreo di Indonesia. Produk mereka telah dicap buruk oleh masyarakat dan tidak laku dipasaran.


Solusi/Pemecahan Kasus :

Menangani kasus yang telah dipaparkan di atas, pihak BPOM segera mengklarifikasi ulang hasil penelitiannya melalui press release yang menegaskan bahwa produk-poduk oreo yang diproduksi dalam negeri atau telah berkode MD tetap boleh beredar dan terbukti tidak mengandung melamin. BPOM menyatakan bahwa hanya oreo dengan kode produksi MD saja yang boleh diperjualbelikan. Produk berkode MD aman karena diproduksi di dalam negeri.

Selain itu, dari pihak pemasaranpun segera bertindak dengan cara menambahkan jargon “Bangga buatan Indonesia” pada setiap iklan promosi semua jenis oreo di Indonesia.

Supaya masyarakat tidak khawatir lagi apakah yang mereka konsumsi produk buatan Cina atau Indonesia, maka segera dilakukan penarikan dan pemusnahan produk oreo buatan Cina yang masih beredar di masyarakat.

Pada tahap resolution, untuk mengantisipasi bahaya krisis yang dapat sewaktu-waktu datang lagi, Desperindag mulai mengontrol arus impor barang dari luar negeri. Masyarakat juga dihimbau untuk membantu memberi informasi bila menemukan produk impor asal Cina yang mengandung melamin ke Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Badan POM ke nomor (021-4263333, (021) 32199000 atau SMS ke 0815-1199 7772. Atau bisa juga dengan mengirim email ke ULPK@pom.go.id.



Sumber :

www.google.com

balipost.com

AYAH

Bunda memang lebih pintar ...

lebih ramah ...

lebih lucu ...

Dan lebih baik segalanya

Tapi takkan kuremehkan kekuatan ayah

Ayah hebat soal menghibur di saat kita gagal

Memberi keberanian yang tak terduga untuk kita

Teringat di kala ayah memberiku keberanian di saat aku mulai belajar berdiri dan berjalan

Teringat di kala ayah memberiku keberanian di saat aku mulai menghadapi duniaku

Ayah memberiku semangat di saat aku gagal

walau yang tampak hanya amarahnya

amarah yang menyamarkan kasihnya

Walaupun begitu ayah telah megajarkanku banyak hal

Saduran from Oki’s property...thx bgt...qt sama” rindu ayah ney kayaknya,hehehe

Akal dan Hawa Nafsu

Seperti yang tercantum dalam buku Terapi Menundukkan Hawa Nafsu karya Muhammad Mahdi al Ashify bahwa manusia adalah gabungan akal dan hawa nafsu, maka untuk melawan hawa nafsu alat yang paling tepat adalah akal. Walaupun hawa nafsu mampu menguasai diri manusia, namun akal kita mampu mengatur dan mengarahkannya dengan cara memperkuat posisi dan perannya dalam jiwa manusia. Akal manusia memiliki fungsi memerintah dan melarang serta menghukum dan menolak hawa nafsu. Namun kinerja akal tergantung pada manusia itu sendiri, sejauh mana ia memfungsikan dan mendisfungsikan akal dalam kehidupannya. Untuk itulah mengapa Emotional Intelligence (EI) sangat dibutuhkan. Manusia berbeda dengan binatang, tingkah laku manusia dikendalikan oleh akal pikiran sedangkan binatang dikendalikan oleh hawa nafsunya. Dalam hal ini berarti akal berperan penting dalam mengendalikan dan menahan hawa nafsu dalam diri manusia. Akal merupakan alat yang efektif yang dimiliki manusia.

Kemudian, menaggapi pernyataan Goleman mengenai kiat katarsis, saya tidak menyalahkan keduanya, disini saya berusaha menggabungkan kedua pernyataan yang saling bertentangan tersebut bahwa teori katarsis memang dapat mengatasi emosi setelah meletupkan emosi negatif menjadi lebih dahsyat (pernyataan Goleman). Logikanya adalah setelah emosi tersebut meletup akibat terapi katarsis, maka berangsur-angsur emosi akan menurun dan bahkan hilang karena telah tersalurkan.

SMS Lebaran Vs Kartu Ucapan

Sebelum Ramadhan pergi

Sebelum Idul fitri datang

Sebelum operator sibuk

Sebelum sms pending mulu

Sebelum pulsa habis

Dari hati Q maw ngucapin met Idul Fitri 1429H

Minal Aidzin wal Faidzin

Mohon Maaf Lahir dan Batin”

Tulisan di atas adalah salah satu contoh sms ( Short Message Sevice ) yang sering kita kirim kepada rekan – rekan kita ketika moment Lebaran kemarin berlangsung. Sebenarnya masih ada banyak lagi macam – macam sms Lebaran yang beredar di kalangan masyarakat. Berbagai jenis sms ucapan Idul Fitri mewarnai para pemilik mobile phone, bahkan di internetpun disediakan beberapa alternatif sms ucapan Idul Fitri.

Maraknya sms Lebaran merupakan suatu fenomena budaya komunikasi yang pada dasarnya oleh kebanyakan orang tidak disadari. Sebelum marak sms Lebaran, terutama sebelum perkembangan teknologi komunikasi seperti sekarang ini, masyarakat biasa menggunakan kartu ucapan Lebaran sebagai alternatifnya, namun sekarang fungsi kartu ucapan Lebaran tersebut telah tergantikan oleh sms dengan munculnya mobile phone atau yang biasa kita sebut HP ( Hand Phone ).

Kemunculan HP sebagai salah satu alat komunikasi yang paling digemari dan paling umum di masyarakat karena memang bentuknya yang bisa di bawa kemana saja serta memiliki multifungsi pada bidang informasi dan komunikasi tidak lepas dari adanya cyberculture. Cyberculture atau cyberspace adalah kajian tentang masyarakat yang memakai teknologi baru untuk melakukan sesuatu yang sebenarnya secara genetis sudah mereka programkan, yaitu berkomunikasi (ANTARIKSA www.google.com).

Suatu teknologi apalagi teknologi tersebut merupakan teknologi komunikasi memang dapat memudahkan kita. Manusia sebagai makhluk sosial begitu tergantung pada komunikasi yang dilakukannya. Itulah mengapa munculnya mobile phone akibat perkembangan teknologi komunikasi yang semakin pesat langsung dapat diterima dan menjamur di kalangan masyarakat. Bahkan, masyarakatpun sekarang memiliki mobile phone layaknya pelajar memiliki pulpen, dapat dikatakan menjadi suatu kewajiban untuk setiap orang supaya memiliki mobile phone. Pada salah satu iklan HP di Indonesia sampai – sampai menggunakan kalimat “ Hari gini nggak punya hand phone?! “.

Fenomena kepemilikan mobile phone yang sepeti kacang goreng berhubungan dengan budaya materi yang ada pada masyarakat. Sebenarnya apa makna benda – benda bagi manusia? Baik dari sudut pandang masyarakat tardisioanal maupun masyarakat modern, pertanyaan ini dapat dijawab dengan dua hal, yang merupakan pokok kajian budaya materi (budaya pemanfaatan benda - benda oleh manusia, bagaimana manusia berhubungan dengan benda). Pertama, benda – banda bisa diletakkan dalam perspektif fungsional. Misalnya pulpen digunakan untuk menulis, kompor untuk memasak, sandal untuk melindungi kaki, dsb. Yang kedua, benda – benda juga bisa diletakkan dalam perspektif totem, yaitu pengasosiasian secara simbolik dengan sesuatu yang lain. Disini benda – benda membawa makna sosial tertentu. Misalnya perhiasan dalam perspektif fungsional tidak begitu penting namun dalam perspektif totem perhiasan dimaknai sebagia lambang kecantikan, kekayaan atau ikatan kesetiaan, dsb. Contoh – contoh ini menunjukkan bahwa benda – benda, seperti diteorisikan Mary Douglas (antropolog) dan Baron Isherwood (ekonom) (1979), mampu mengkongkretkan makna – makna sosial yang abstrak seperti kesetiaan, kepatuhan, dsb.

Menurut Douglas dan Isherwood, konsumsi benda – benda yang terjadi dalam semua masyarakat adalah juga di luar perdagangan, ia selalu merupakan sebuah fenomena kebudayaan, selalu berkaitan dengan nilai – nilai, makna – makna, dan komunikasi. Benda –benda bukan hanya dipakai untuk melakukan sesuatu, melainkan juga punya makna dan bertindak sebagai tanda makna dalam hubungan sosial, selalu memamerkan seperangkat nilai tertentu. Hal ini juga berarti bahwa dalam sirkulasi benda – benda terjadi sebuah pertukaran simbolik.

Budaya materi juga berkaitan dengan globalisasi. Dampak globalisasi menuntut masyarakat untuk mempertunjukkan identitas dan kepribadian diri. Dalam masyarakat modern, semua manusia adalah performer. Setiap orang diminta untuk dapat memainkan dan mengontrol peranan mereka sendiri. Pertunjukan identitas diri ini adalah sebuah demonstrasi ideologi. Sekaligus menunjukkan kepada kita bahwa globalisasi berperan besar dalam penyebaran gaya ke seluruh dunia, termasuk memiliki mobile phone. Globalisasi beserta seperangkat penyebarannya seperti media massa juga menyebabkan peniruan gaya yang sama, tetapi denagn kesadaran yang sama sekali berbeda dengan konteks sejarah awalnya.

Semua hal yang telah dipaparkan di atas menciptakan suatu budaya baru yaitu budaya sms yang telah menggantikan fungsi dari kartu ucapan ataupun surat via pos. Hal ini merupakan suatu fenomena yang menarik untuk dikaji dalam cultural studies.


Daftar Pustaka

ANTARIKSA. Budaya Materi. www.google.com

Nuaraini Juliastuti. Fesyen dan Identitas. www.google.com

Krisis Batu Bara di Empat PLTU

Kasus : Krisis Batu Bara di Empat PLTU, Ancaman Krisis Listrik Jawa-Bali

Deskripsi : Krisis listrik kembali mengancam kawasan Jawa dan Bali akibat menipisnya

stok batu bara untuk pembangkit PLN. Kepala Bidang Energi Batu Bara PT PLN mengatakan bahwa pasokan untuk pembangkit utama di Jawa terus menipis. Hampir semua stok PLTU di bawah 30 hari. Misalnya saja PLTU Paiton hanya memiliki stok untuk 21 hari, stok PLTU Tanjung Jati B hanya cukup untuk 23 hari, PLTU Suralaya juga kurang dari 30 hari bahkan PLTU Cilacap minggu kemarin sempat tidak aktif karena kehabisan stok batu bara meski kini kembali beroperasi. Hampir setiap akhir tahun PLN memang mengalami krisis batu bara akibat gelombang tinggi. Itu menyebabkan kapal pengangkut batu bara sering tidak bisa merapat sesuai jadwal. Selain itu, krisis pasokan batu bara juga dipicu persoalan harga. Hampir masing-masing perusahaan pemasok batu bara pada setiap PLTU minta harga naik, padahal sudah ada surat dari Dirjen Minerbapahum (Departemen ESDM) bahwa kenaikan harga baru bisa dilakukan untuk pengiriman 2009. Krisis batu bara ini juga mengancam sejumlah pembangkit karena tender yang dilakukan PLN sering gagal. Sebagai langkah antisipasi, kini PLN menyampaikan penawaran kepada anggota asosiasi batu bara Australia sebanyak 24 perusahaan.

(Dikutip dari Jawa Pos edisi Kamis, 6 November 2008)


Adapun indikator krisis kasus di atas adalah :

  • Masalah sudah mengganggu operasional perusahaan sebagai bukti PLTU Cilacap sempat tidak beropesai karena kehabisan stok batu bara. Hal ini mengakibatkan bahaya yang berkelanjutan yaitu tender yang dilakukan PLN sering gagal.

  • Masalah menjadi sorotan publik yang menjadi perhatian media massa. Kasus ini telah diberitakan oleh Jawa Pos meskipun belum begitu gempar pemberitaannya karena memang ini merupakan berita baru.


Penyebab krisis kasus :

  • Faktor lingkungan yang tidak mendukung. Contoh dalam kasus yaitu kenaikan harga batu bara, serta gelombang air laut yang tinggi yang menyebabkan kapal angkut batu bara tidak dapat merapat sesuai jadwal.

  • Penurunan kualitas produksi. Contoh : PLTU Cilacap sempat tidak beroperasi. Hal ini menyebabkan krisis listrik kawasan Jawa-Bali semakin tinggi.

  • Adanya ketidakpuasan publik eksternal. Contoh dalam kasus : perusahaan pemasok batu bara meminta harga naik namun belum ada respon dari PT PLN karena PT PLN mengikuti surat yang telah dikeluarkan Dirjen Minerbapahum bahwa kenaikan harga baru berlaku pada pengiriman 2009.

  • Kurangnya kemampuan dalam mengantisipasi perubahan lingkungan. Sebagai bukti dalam kasus di atas yaitu belum adanya antisipasi apabila terjadi gelombang tinggi yang dapat menghambat distribusi pemasokan batu bara pada masing-masing PLTU.


Tahapan Krisis :

  1. Predromal Crisis Stage tahap pre-krisis, disini sudah ada pertanda awal terjadinya krisis. Dalam kasus “krisis batu bara” tanda awal dalam bentuk jelas sekali yaitu keterlambatan kapal pengangkut batu bara. Masalahpun tidak dapat dihindari dan akhirnya menyebabkan stok batu bara menipis.

  2. Acute Crisis Stage pada tahap ini, orang sudah menyadari akan adanya krisis, mendapat sorotan media, ada korban. Kasus yang dialami oleh PT PLN ini sebenarnya adalah kasus lama yang muncul kembali. Pada akhir tahun lalu pasokan batu bara di PLTU Tanjung Jati B habis sehingga pasokan listrik Jawa-Bali defisit parah, akibatnya sering terjadi pemadaman bergilir di kawasan tersebut yang tidak bisa ditolerir bahkan Direktur Pembangkitan dan Energi Primer PT PLN saat itu, Ali Herman Ibrahim, dipecat. (sumber : Jawa Pos)

Apabila permasalahan kali ini tidak segera diatasi, maka tidak menutup kemungkinan kasus seperti tahun lalu bakal terulang lagi.

  1. Chronic Crisis Stage tahap ini disebut tahap peredaan atau masa pembersihan akibat dari krisis akut. Ada introspeksi diri dari organisasi ‘mengapa krisis bisa terjadi’ kemudian organisasi berusaha untuk menangani, menyelesaikan masalah dan melakukan perubahan-perubahan penting, mencari solusi. Disini PT PLN telah mengambil langkah antisipasi supaya kejadian tahun lalu tidak terulang kembali yaitu dengan menyampaikan penawaran kepada anggota asosiasi batu bara Australia serta rencana impor batu bara dari Republik Rakyat Tiongkok dan India. (sumber : Jawa Pos)

  2. Crisis Resolution Stage yaitu tahap dimana pelaksanaan rencana solusi krisis, ada tanda-tanda penyelesaian akhir. Tahap ini adalah masa dimana perusahaan semakin sadar bahwa krisis akan terjadi sewaktu-waktu dan lebih mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Pada tahap ini, PT PLN telah melobi anggota asosiasi batu bara Australia untuk kerjasama periode Desember 2008-Maret 2009. Selain itu rencana impor batu bara dari Republik Rakyat Tiongkok dan India sudah dalam masa penjajakan. (sumber : Jawa Pos)



Selasa, 18 November 2008

"Krisis Subprime Mortgage di AS"


KASUS : “ Krisis Subprime Mortgage di AS ”
Deskripsi : Subprime Mortgage adalah krisis yang melanda industri kredit perumahan di AS. Krisis ini berawal dari adanya liar loans (pinjaman dusta). Yang dimaksud liar loans disini adalah kredit kepemilikan rumah (KPR) yang diberikan tanpa didukung bukti kuat penghasilan atau kepemilikan aset para debitor. Selain itu ada pula istilah ninja loans, yaitu kependekan dari no income, no job, and no assets. Maksudnya para debitor (yang melakukan peminjaman) bisa mendapatkan kredit atau pinjaman meski tidak punya pekerjan dan pendapatan, atau bahkan tidak punya aset.
Latar belakang banyaknya perusahaan memberikan liar loans adalah karena tergiur keuntungan yang besar. Sebab, mereka mengenakan biaya dan tingkat suku bunga yang lebih tinggi dibandingkan pasar.
Jadi pada intinya industri kredit perumahan ini melakukan penipuan kepada para debitor,debitor diiming-imingi pembayaran angsuran per bulan yang murah, namun para debitor tidak tahu kalau pinjaman pokoknya bisa naik karena kreditor tidak menjelaskan sama sekali mengenai hal ini. Akibatnya para debitor tidak dapat membayar utangnya dan pada akhirnya kreditor malah mengalami kerugian besar dan ada pula yang sampai gulung tikar seperti American Home Mortgage, Bear Stearns, dan IndyMac Bank.
Adapun penyebab krisis dari contoh di atas adalah kurangnya penjelasan atau transparansi dari kreditor kepada debitor mengenai masalah peminjaman (LIAR loans dan NINJA loans). Subprime mortgage adalah paket kredit kepemilikan rumah yang ditujukan untuk orang-orang ‘miskin’ Amerika. Orang ‘miskin’ yang dimaksud adalah orang-orang yang memiliki rating kredit buruk – antara lain para penunggak tagihan kartu kredit dan tagihan kredit kendaraan bermotor. Orang-orang ‘miskin’ di Amerika sama halnya dengan orang kebanyakan, punya impian untuk memiliki rumah sendiri, sementara bank-bank konvensional yang ada, banyak yang takut melihat rekam jejak kredit mereka. Di lain sisi, perusahaan kredit perumahan (mortgage company), melihat mereka sebagai peluang bisnis yang perlu digarap. Akhirnya, perusahaan kredit perumahan tadi datang dengan segepok uang tunai, lalu lantas mengucurkan kredit rumah kepada mereka. Perusahaan kredit perumahan ini sebagian dananya didapat dari pinjaman dari pihak ketiga dalam jangka waktu pengembalian yang pendek (1-5 tahun). Sementara, subprime mortgage sendiri merupakan kredit jangka panjang yang bisa berkisar 10-20 tahun. Pendeknya, ada financing mismatch di sini.
Selain itu, indikator dari krisis tersebut adalah karena deditor subprime mortgage adalah orang-orang pendapatannya pas-pasan maka kemampuan pembayaran cicilannya juga sangat lemah Sehingga saat para deditor tersebut tidak mampu membayar cicilan kreditnya, maka EBA yang berasal dari subprime mortgage pun ambruk. Nilai jualnya jadi terkoreksi. Otomatis, para investor yang menanamkan modalnya di EBA subprime mortgage juga ikutan merugi. Parahnya lagi, banyak perusahaan kredit perumahan yang juga bangkrut, karena tidak ada putaran uang yang terjadi dan diperparah adanya financing mismatch tadi. Di samping itu krisis ini juga disebabkan banyaknya perusahaan yang memberikan LIAR loans karena tergiur akan keuntungan yang besar, sebab mereka mengenakan biaya dan tingkat suku bunga yang lebih tinggi dibandingkan pasar. Kredit yang diberikan pada pihak-pihak yang mendapat banyak privilege sehingga mempengaruhi kualitas kredit di bisnis properti. Fenomena gampangnya memberikan banyak kemudahan untuk pinjaman/loan sehingga disadari atau tidak, telah menurunkan kualitas kredit. Hal inilah yang disebut sebagai subprime lending. Karena kualitas kreditnya rapuh, maka goncangan sedikit saja, juga membuat krisis kecil.
Akibat dari adanya krisis Subprime Mortgage ini, antara lain: para debitor tidak dapat membayar utangnya dan pada akhirnya kreditor malah mengalami kerugian besar dan ada pula yang sampai gulung tikar seperti American Home Mortgage, Bear Stearns, dan IndyMac Bank. Selain itu dari data yang kami peroleh, kita dapat melihat akibat lainnya dari adanya krisis ini adalah Pada bulan Mei 2007, Bear dan Stearns, perusahaan keuangan AS mengalami rugi besar karena subprime mortgage. Sekarang sudah menyebar ke berbagai bank lain di seluruh Dunia dan menurunkan pasar saham di AS dan berbagai pasar saham dunia. Bank-bank Thailand bisa rugi sekitar Rp 3 Trilyun karena permasalahan ini.Banyak bank-bank yang menanam modal pada investasi ini sekarang mengalami kesulitan keuangan, seperti IKP Jerman, Wachovia dan berbagai bank lain. Direktur IKP dipecat karena bank kehilangan Rp 45 Trilyun dan terpaksa minta tolong dari Deutsche Bank. Diperkirakan masih banyak bank lain di Eropa yang akan mengalami hal yang sama. Wachovia pada Januari 2007 terpaksa menutup Equibank, salah satu anak perusahaan yang berurusan dengan Subprime Mortgage. BNP Paribas Perancis terpaksa menutup penarikan uang tunai dari fund mereka yang bernilai Rp 19 Trilyun. Bank Sentral Eropa (ECB) menyediakan dana Rp 1200 Trilyun untuk menalangi bank-bank di Eropa yang kesulitan likuiditas gara-gara krisis subprime. Selain itu juga banyak perusahaan pemberi kredit perumahan / mortgage lenders seperti New Century Financial Corp. yang bangkrut dan lebih dari 6000 orang dipecat / kehilangan pekerjaan di AS. (sumber:
www.forum.kafegaul.com)
Masalah Subprime Mortgage ini menjadi krisis karena para perusahaan kreditor tersebut melakukan kesalahan atau tidak dapat menemukan solusi yang tepat dalam menangani suatu masalah yang menimpa perusahaan mereka. Masalah hutang kredit pemilikan rumah di AS yang diberikan saat harga properti sedang naik, tetapi tidak mampu dibayar oleh pemilik rumah. Sekarang saat jatuh tempo, banyak rumah yang dirampas bank (foreclosed) dan saat dijual oleh bank ternyata harga/pasar properti sudah turun drastis. Inilah yang membuat perusahaan-perusahaan kreditor tersebut mengalami kerugian yang besar bahkan sampai gulung tikar. Gerak arus modal yang semakin borderless, membuat pasar keuangan dunia menjadi saling terkait dan saling berketergantungan satu sama lain. Sentimen negatif dan kepanikan dari Wall Street yang notabene merupakan pasar saham terbesar di dunia dengan cepatnya menjalar ke mana-mana. Investor-investor global raksasa yang tergabung dalam hedge fund ataupun investment bank baik yang secara kebetulan memiliki investasi di subprime mortgage atau tidak, mulai menarik dananya dari pasar modal dan mulai memasukkannya ke dalam investasi yang berisiko lebih rendah. Motifnya kurang lebih sama,, mencoba menghindari risiko kerugian yang lebih besar (cut loss). Maka, tak heran bursa-bursa saham regional dan dunia juga ikut bertumbangan. Inilah yang juga menyebabkan kasus subprime mortgage ini menjadi suatu bentuk krisis yang global.
Setelah kita mengetahui penyebab, indikator dan akibat dari krisis Suprime Mortgage, kali ini krisis tersebut akan kami petakan ke dalam beberapa tahapan krisis.
Predromal Crisis Stage
Pada tahap ini telah terlihat gejala awal krisis yaitu adanya keluhan konsumen namun tidak ditanggapi, dalam kasus Subprime Mortgage, para debitor banyak yang mengeluh karena mereka merasa dibohongi oleh kreditor akibat dari tidak adanya transparansi pembayaran kredit perumahan yang mereka ambil. Para debitor ini diiming-imingi pembayaran angsuran per bulan yang murah, namun mereka tidak tahu kalau pinjaman pokoknya bisa naik karena kreditor tidak menjelaskan sama sekali mengenai hal ini.
Acute Crisis Stage
Sala satu ciri dari tahap acute yaitu adanya kerugian yng dialami perusahaan. Pada krisis Subprime Mortgage, karena debitor tidak mampu membayar utangnya, pada akhirnya kreditor mengalami kerugian besar. Masalahnya hutang kredit pemilikan rumah ini diberikan saat harga properti sedang naik, tetapi tidak mampu dibayar oleh pemilik rumah. Sekarang saat jatuh tempo, banyak rumah yang dirampas bank (foreclosed) dan saat dijual oleh bank ternyata harga/pasar properti sudah turun drastis. Inilah yang membuat perusahaan-perusahaan kreditor tersebut mengalami kerugian yang besar. Bahkan dari data yang kami peroleh, kita dapat melihat akibat lainnya dari adanya krisis ini adalah pada bulan Mei 2007, Bear dan Stearns, perusahaan keuangan AS mengalami rugi besar karena subprime mortgage. Sekarang sudah menyebar ke berbagai bank lain di seluruh dunia dan menurunkan pasar saham di AS dan berbagai pasar saham di dunia.
Chronic Crisis Stage
Tahap ini sebenarnya adalah tahap dimana terjadi pembersihan akibat dari krisis akut. Namun bagi perusaaan yang gagal total menangani krisis, masa chronic merupakan masa kegoncangan manajemen atau masa kebangkrutan perusahaan. Pada kasus yang kami ambil, hal ini lebih mengacu pada asumsi ke-dua. Masalah Subprime Mortgage ini menjadi krisis karena para perusahaan kreditor tersebut melakukan kesalahan atau tidak dapat menemukan solusi yang tepat dalam menangani suatu masalah yang menimpa perusahaan mereka. Akibatnya banyak perusahaan yang gulung tikar seperti American Home Mortgage, Bear Stearns, dan IndyMac Bank.
Crisis Resolution Stage
Disebut juga sebagai termination stage (masa kesembuhan) atau masa perusahaan sehat kembali. Tetapi pada kasus krisis Subprime Mortgage, kami rasa belum sampai pada tahap ini. Bahkan kasus Subprime Mortgage ini malah menjadi suatu bentuk krisis yang global. Indonesiapun terkena imbasnya. Karena adanya keterkaitan dan ketergantungan satu sama lain dalam pasar keuangan dunia, sentimen negatif dan kepanikan dari Wall Street yang notabene merupakan pasar saham terbesar di dunia dengan cepatnya menjalar ke mana-mana. Investor-investor global raksasa yang tergabung dalam hedge fund ataupun investment bank baik yang secara kebetulan memiliki investasi di subprime mortgage atau tidak, mulai menarik dananya dari pasar modal dan mulai memasukkannya ke dalam investasi yang berisiko lebih rendah. Motifnya kurang lebih sama, yaitu mencoba menghindari risiko kerugian yang lebih besar (cut loss). Maka, tak heran bursa-bursa saham regional dan dunia juga ikut bertumbangan. Inilah yang juga menyebabkan kasus subprime mortgage ini menjadi suatu bentuk krisis yang global.

Jumat, 12 September 2008

Analisis Perbedaan Budaya dalam Film “Crash”

Budaya memang unik untuk dikaji. Orang dari budaya yang berbeda berkomunikasi dengan cara yang berbeda pula. Hal inilah yang perlu diperhatikan, apabila kita tidak dapat memahami bagaimana cara yang baik untuk berkomunikasi dengan orang yang berbeda budaya maka tidaklah mustahil akan muncul permasalahan yang signifikan. Untuk itulah kita harus benar-benar memahami apa yang dimaksud dengan komunikasi antarbudaya/lintas budaya termasuk pentingnya mempelajari hal tersebut. Dengan demikian diharapakan kita tidak akan menemui kesulitan maupun hambatan yang berarti dalam berkomunikasi dengan orang yang berbeda budaya.
Pada hakikatnya komunikasi antarbudaya/lintas budaya mengacu pada komunikasi antara orang-orang dari kultur yang berbeda, antara orang-orang yang memiliki kepercayaan, nilai, atau cara berperilaku kultural yang berbeda (Devito, 1997:479). Dalam film “Crash” yang menjadi sorotan adalah perbedaan antara ras kulit hitam dan kulit putih serta antara warga negara Amerika dengan warga negara asing yang tinggal disana, dalam hal ini adalah warga negara Persia. Dikisahkan dalam film tersebut bahwa ada beberapa persoalan-persoalan atau hambatan-hambatan yang dihadapai ketika orang Amerika ras kulit putih berkomunikasi dengan orang dari ras kulit hitam dimana ras kulit putih menganggap bahwa dirinya lebih baik dan lebih terhormat ketimbang ras kulit hitam. Sehingga mereka bisa berlaku sewenang-wenang terhadap ras kulit hitam. Direpresentasikan dalam film ketika seorang opsir merazia sepasang suami-istri dari ras kulit hitam dan memperlakukan si istri secara tidak sopan, selain itu juga ketika terjadi adegan tabrakan antara pengendara warga Amerika dengan pengendara warga Asia di awal cerita dimana si Amerika seenaknya menacaci maki dan menyalahkan warga negara Asia. Hal inilah yang biasa kita sebut sebagai etnosentrisme. Etnosentrisme adalah kecenderungan untuk mengevaluasi nilai, kepercayaan, dan perilaku dalam kultur sendiri sebagai lebih baik, lebih logis, dan lebih wajar ketimbang dalam kultur lain (Devito, 1997:477). Etnosentrisme tidak jauh dengan asumsi kebanyakan orang yang hanya mementingkan kesamaan dan mengabaikan perbedaan. Orang-orang yang berasumsi seperti ini mengaggap bahwa cara merekalah yang benar dan cara orang lain salah atau tidak penting, orang lain harus menyesuaikan diri dengan dirinya, orang-orang seperti ini tidak mau menghargai perbedaan di antara mereka.
Selain yang disebutkan di atas, ada beberapa contoh hambatan komunikasi lintas budaya yang dihadapai, yaitu ketika kita menganggap bahwa semua orang dalam satu kultur itu sama, padahal tidak demikian adanya. Untuk lebih jelasnya kita mengambil adegan dalam film “Crash” ketika seorang berkewarganegaraan Persia akan membeli pistol pada toko yang penjaganya berkewarganegaraan Amerika. Orang Persia tersebut mendapatkan pelayanan yang kurang memuaskan dari penjaga toko, dia merasa dibohongi oleh si penjual dan pada akhirnya dia terjebak dalam stereotip bahwa semua warga Amerika adalah seorang penipu sehingga kemudian ketika dia mengundang jasa service perbaikan kunci pintu yang notabene si penyervice adalah orang Amerika lalu orang tersebut menyarankan kepada orang Persia untuk mengganti pintu saja sebab yang rusak bukanlah kuncinya namun memang pintu tersebut sudah waktunya untuk diganti namun si Persia tidak percaya dan malah menuduh kalau tukang service tersebut membohonginya. Hal ini berkaitan dengan hukum Murphy yang menyebutkan bahwa “Jika sesuatu bisa salah, maka dia akan salah” (Devito, 1997:488). Stereotip seperti ini juga mengakibatkan ketidak-sadaran (mindless) yang dikemukakan oleh seorang ahli psikologi Ellen Langer (1978, 1989). Bila Anda berada dalam keadaan tidak sadar (mindless), Anda akan bertindak dengan asumsi yang biasanya tidak layak secara intelektual (dalam Devito,1997:478). Contoh lain dalam film “Crash” yang berkaitan dengan teori ini adalah ketika seseorang yang memiliki ras kulit hitam bekerja pada kepolisian Amerika yang sebenarnya dia akan dipromosikan ke jenjang yang lebih tinggi namun karena atasannya telah terstereotip bahwa orang-orang berkulit hitam adalah orang-orang yang tidak sopan dan sering melakukan kejahatan, ditambah lagi adik dari orang yang akan dipromosikan tersebut memiliki catatan buruk dari kepolisian maka si kulit hitam ini tidak jadi dipromosikan, padahal atasan tersebut tahu bahwa si orang kulit hitam ini bekerja secara excellent, itulah yang disebut dengan mindless.
Sebenarnya komunikasi lintas budaya tidak akan menimbulkan masalah apabila kita memperhatikan bagaimana cara berkomunikasi yang efektif khususnya dalam komunikasi lintas budaya seperti yang terangkum dalam Devito, 1997:493. Yaitu:
ü Menghindari hambatan-hambatan yang mungkin terjadi dalam komunikasi lintas budaya.
ü Memanfaatkan prinsip-prinsip interaksi antarpribadi yang efektif seperti keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, kesetaraan, percaya diri, kedekatan, manajemen interaksi, daya ekspresi, dan berorientasi kepada pihak lain.
Mempelajari komunikasi lintas budaya memilik arti penting tersendiri bagi kita. Selain apa yang telah disebutkan di atas bahwa supaya kita tidak menemui hambatan-hambatan yang begitu berarti jika kita melakukan komunikasi antarbudaya juga komunikasi lintas budaya dapat menciptakan perdamaian dunia yang secara otomatis akan menciptakan kehidupan yang sejahtera bagi masyarakat di seluruh dunia. Mungkin apabila setiap orang memahami dan mengerti dengan baik bagaiman cara berkomunikasi antarbudaya serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, di dunia ini tidak akan ada lagi peperangan dan konflik yang masih sering terjadi akhir-akhir ini seperti konflik di Timur Tengah, konflik antara Amerika dengan Iran-Irak, dan lain sebagainya. Dengan mempelajari komunikasi lintas budaya diharapkan kita lebih dapat menghargai budaya lain sehingga terciptalah komunikasi yang efektif di dalamnya dan seluruh masyarakat di dunia dapat hidup damai perdampingan.